Dalam Rinai Hujan

Suara gemercik air hujan yang turun itu adalah musik yang mengiringi kehangatan senyumu.Suaramu kudengar indah saat bicara, kenyamanan yang kau berikan hari ini membuat kubahagia. Rinai hujan yang tak berhenti
memaksa kita menerobos dingin titik-titik air. Berpayung berdua di selimuti kelamnya langit Dago.Setiap langkah kaki kita berdesir suatu kebahgiaan, suatu kehangatan seperti sop buntut yang kita makan di pinggir jalan ini.

1 Response to Dalam Rinai Hujan

5 Maret 2009 pukul 12.28

Dago?
Sop Buntut?
Hayo.....sama sapa tuch??????